Refleksi 3 Tahun Kepemimpinan Askolani Slamet

DAERAH

BANYUASIN, Bikin Berita – Bertepatan pada tanggal 18 September 2021 lalu, 3 tahun sudah Bupati Banyuasin H. Askolani SH MH dan Wakil Bupati Banyuasin H. Slamet Somosentono SH memimpin Kabupaten Banyuasin. Tentunya dengan motto Kerja Keras Kerja Cerdas dan Kerja Ikhlas yang terus digaungkan oleh Bupati dan Wakil Bupati sudah dapat dirasakan manfaatnya di Bumi Sedulang Setudung.

Dengan Visi Misi Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera, yang mana didalamnya ada 7 Program Prioritas dan 12 Gerakan yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh Bupati dan Wakil Bupati dalam rangka untuk memberikan keadilan dan Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Banyuasin.

Berikut 7 Program Prioritas Kabupaten Banyuasin tahun 2018 – 2023 :

1. INFRASTUKTUR BAGUS

– Pada prioritas ini telah dilakukan Pembangunan 7 (tujuh) jalan poros yang tersebar di 10 (sepuluh) kecamatan yang sampai dengan saat ini masih dalam proses pembangunan, antara lain :

Pengaspalan jalan poros Desa Lubuk Karet, Taja Raya II dan Taja Mulya Kec Betung sepanjang 12 Km.
Peningkatan Ruas Jalan Muara Padang- Muara Sugihan Kec Muara Padang sepanjang 21 Km
Pembangunan Jalan Poros Kabupaten Banyuasin I – Air Saleh Prambahan Jalur 10 sepanjang 12 Km.
Peningkatan Jalan Lubuk lancang kec Suak Tapeh menuju Kec Pulau Rimau sepanjang 18 Km,
Peningkatan jalan sungai dua – Prajen Kec Rambutan sepanjang 3.50 Km.
Pengecoran Jalan Poros Sukamulya -Karang Petai Kecamatan Banyuasin III sepanjang 11,50 Km
Rehab jalan poros Tanah Mas Kec Talang Kelapa sepanjang 3,15 Km.
Yang sudah selesai dikerjakan sejak 16 Desember 2019 selama 460 hari kalender. Yang mana berasal dari anggaran Pinjaman Bank Sumsel Babel sebesar 288 Milyar.

Tidak cukup sampai disini, Pemkab Banyuasin melalui untuk melanjutkan pembangunan tersebut yang masih belum rampung, Pemerintah Kabupaten Banyuasin mengajukan kembali Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebesar 191 Milyar di tahun 2021.

Melalui pinjaman PEN ini juga Pemerintah Kabupaten Banyuasin melanjutkan 9 pembangunan jalan poros yang masih belum terintegrasi ke beberapa kecamatan se-Kabupaten Banyuasin. Adapun 9 poros dimaksud antara lain.

Peningkatan jalan Karang Baru – Telang Jaya
Peningkatan Jalan Pulau Rimau (Tanah Kering) Selat Penuguan (Lanjutan)
Peningkatan Jalan Ruas Muara Padang – Muara Sugihan
Peningkatan Jalan Perambahan – Air Salek
Peningkatan Jalan Telang Jaya – Sumber Marga Telang
Pembangunan Jalan Karang Anyar ke Sumber Marga Telang
Peningkatan jalan Sukajadi – Pangkalan Benteng
Peningkatan Jalan Desa Bukit – Desa Sri Kembang Kecamatan Betung
Peningkatan Jalan Poros Tungkal Ilir Kecamatan Tungkal Ilir.

Dan semua progress pembangunan ini ditargetkan hingga tanggal 31 Desember 2021.
– Selanjutnya untuk memberikan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, pihaknya telah meluncurkan sebanyak 719 Unit Rumah Layak Huni untuk Tahun 2020 melalui Program Bantuan Rumah kepada Masyarakat (Program Pro-Rakyat).

Berdasarkan data DTKS di Kabupaten Banyuasin terdapat 43.962 Rumah Tidak Layak Huni dan yang telah di perbaiki sebanyak 3.824 rumah, sehingga sisa sampai saat ini sebanyak 40.138 rumah yang akan menjadi fokus pembangunan ke depan.

– Selain daripada itu, melalui dana DAK dan APBD Kabupaten Banyuasin telah dibangun sebanyak 50 dermaga di wilayah perairan Kabupaten Banyuasin, bantuan kendaraan operasional untuk Bumdes sebanyak 17 unit dan bantuan Speed boat untuk Pemerintah Desa sebanyak 22 unit.

2. PETANI BANGKIT

Ada beberapa sektor yang menjadi unggulan di Kabupaten Banyuasin, antara lain :

BACA JUGA :  Terima Mandat Plt Bupati, Beni : Roda Pemerintahan di Muba Tetap Berjalan Normal

– Sektor Pertanian Padi

Untuk program Petani Bangkit, Kabupaten Banyuasin menduduki posisi ke-4 nasional sebagai daerah produksi beras tertinggi yang ditetapkan Kementerian Pertanian RI. Kabupaten Banyuasin menjadi satu-satunya Kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan yang masuk sepuluh besar daerah penghasil beras terbesar di Indonesia, sekaligus satu-satunya di Pulau Sumatera, dengan produksi padi pada tahun 2019 sebesar 905.846 ton GKG.

Sedangkan untuk hasil sementara sampai dengan Bulan Agustus 2020, produksi padi di Kabupaten Banyuasin telah mencapai 1.073.745 ton GKG.

Harapan kita semua, semoga Kabupaten Banyuasin bisa menjadi penghasil beras Nomor 1 di Indonesia.

Hasil produksi Peternakan dan Unggas pada tahun 2019 terbanyak adalah ternak ayam ras pedaging sebesar 11.490,84 ton diikuti sapi potong dengan produksi 523,34 ton. Pada tahun 2019, Kabupaten Banyuasin memberikan bantuan bibit ternak sapi dan kerbau sebanyak 111 ekor bibit sapi dan 10 ekor bibit kerbau kepada 13 kelompok tani di 7 Kecamatan.

Sektor lainnya yang menjadi unggulan adalah sektor Perikanan. Sebagaimana halnya dengan padi, Kabupaten Banyuasin merupakan produsen ikan terbesar di Provinsi Sumatera Selatan terutama perikanan lautnya. Hasil laut terutama berasal dari Kecamatan Banyuasin II dengan produksi 57.315,80 ton yang terdiri dari 47.008 ton ikan laut dan 10.307,44 ton ikan di perairan umum. Untuk perikanan budidaya dengan produksi sebesar 40.303,07 Ton yang terdiri dari hasil tambak, kolam dan keramba.

3. BANYUASIN PRIMA

– Program ini bertujuan untuk membangkitkan perekonomian di Kabupaten Banyuasin melalui peningkatan di beberapa sektor. Untuk sektor UMKM, Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah melakukan kerjasama dengan beberapa pihak perbankan. Untuk bantuan permodalan bagi UKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

– Tahun 2019 dari 9.840 UKM, telah disalurkan 7.877 bantuan KUR, pada tahun 2020 ada pertumbuhan sebanyak 2.169 UKM dan telah disalurkan 111 UKM untuk bantuan KUR. Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Banyuasin akan meningkatkan beberapa sektor lainnya, antara lain : Sektor perdagangan, industri, salah satunya di Kawasan Gasing dan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api-Api. Tidak kalah pentingnya pengembangan sektor Pariwisata Sembilang yang ada di Sungsang Kecamatan Banyuasin II.

4. BANYUASIN SEHAT

– Capaian kinerja bidang kesehatan tercermin dari indikator Usia Harapan Hidup yang terus meningkat dari 68,55 tahun pada tahun 2018 menjadi 68,76 tahun pada tahun 2019, melalui :

– Peningkatan pelayanan kesehatan, berupa layanan berobat secara gratis menggunakan E-KTP di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Banyuasin

– Program Dokter Masuk Desa juga menjadi terobosan pelayanan untuk masyarakat

– Posyandu multifungsi, dengan jumlah sampai dengan saat ini 34 posyandu dari 93 posyandu di Kabupaten Banyuasin;

– Sistem ruang operasi dengan standar sterilisasi sesuai persyaratan Kementerian Kesehatan RI, yaitu Sistem Integrasi Ruangan Operasi (SIRO) di RSUD Banyuasin.

5. BANYUASIN CERDAS

– Dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul, mandiri, dan produktif, Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui program ini, melakukan beberapa hal, antara lain :

– Memberikan secara gratis kebutuhan peralatan sekolah, baik SD maupun SMP.

– Menjalin kerjasama dengan sejumlah Universitas, baik dari luar negeri maupun dalam negeri, seperti dengan Universitas Uniten Malaysia dan Politeknik Negeri Sriwijaya Banyuasin.

– Melakukan pembangunan dan rehab ruang kelas dan sarana pendukung lainnya dengan menggunakan dana DAK di Tahun 2020 sebanyak 29 sekolah SD dan 28 sekolah SMP, sedangkan dengan menggunakan dana APBN di Tahun 2020 sebanyak 5 sekolah SD.

BACA JUGA :  Akhirnya Warga Bayung Lencir Nikmati Jargas

6. BANYUASIN RELIGIUS

– Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan masyarakat Kabupaten Banyuasin melalui Banyuasin Religius dengan meningkatkan aktivitas keagamaan di masyarakat dan disekolah-sekolah, melalui beberapa gerakan dan program, antara lain :

– Gerakan sholat dhuha berjama’ah, magrib mengaji, Banyuasin sedekah; Memberikan beasiswa kepada ustadz dan ustadzah yang bekerjasama dengan pemerintah Yordania; Pembinaan Hafidz Qur’an di 21 kecamatan; Program umroh dan haji untuk Tahun 2019, Haji sebanyak 185 jamaah dan Umroh sebanyak 140 jamaah bagi tokoh agama, tokoh masyarakat, imam masjid, pengurus masjid, marbot dan majelis ta’lim serta peningkatan Zakat dan Infaq melalui BAZNAS dengan sasaran masyarakat dan ASN dalam pemkab Banyuasin yang sampai dengan tahun 2019 telah mencapai 30 persen.

7. SISTEM PEMERINTAHAN TERBUKA

Prioritas ini bertujuan untuk meningkatkan Reformasi Birokrasi di Kabupaten Banyuasin. Adapun capaian dan tindaklanjut yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuasin sampai dengan Tahun 2020, antara lain :

– Memperoleh Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap Laporan Keuangan Tahun 2019 dari BPK RI sebanyak 9 (sembilan) kali berturut-turut;

– Penilaian terhadap Laporan Akuntabilitas Kinerja dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI dengan predikat B;

– Pencapaian kinerja pada indikator Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 83,31 persen; Melakukan pengelolaan arsip dengan baik sehingga mendapatkan juara 1 Tingkat Daerah Se Sumsel, dan Juara 4 Pengelolaan Arsip Tingkat Nasional;

– Membuka Pelayanan Terpadu untuk masyarakat yang ada di OPI Mall Jakabaring;

– Melaksanakan publikasi realisasi anggaran melalui aplikasi e-Monev; Melaksanakan pemasangan internet di 21 Kecamatan.

Selain tujuh program prioritas tadi, diterangkan Askolani, ada juga program-program yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyuasin, antara lain :

– Pembangunan dan penataan Ibukota Kabupaten Banyuasin, direncanakan pada tahun 2021 akan ada kelanjutan pembangunan jalan 2 (dua) jalur serta penataan taman kota di Pangkalan Balai.

– Pembangunan jaringan listrik di Desa Juru Taro dan Kualo Sugihan Kecamatan Muara Sugihan juga sudah mendapatkan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, karena jaringan listrik tersebut melalui hutan lindung, InsyaAllah seluruh Desa di Kabupaten Banyuasin akan tersambung listrik.

Sedangkan untuk mempercepat pencapaian 7 Program Prioritas ini Pemerintah Kabupaten Banyuasin juga mencanangkan 12 Gerakan Bersama masyarakat dalam rangkat meningkatkan taraf hidup masyarakat kabupaten banyuasin.

12 gerakan tersebut yakni

Gerakan Siswa Membaca dan Menulis (Simanis),
Begesa,
Gerbang Keren,
Gerakan Gotong-royong (Gorong),
Gerakan Menuntut Amal (Gema),
Gerakan Tanam Sayur Mayur (Gertas),
Gerbang Tobaru,
Gerakan Memelihara Ternak Unggas (Gemar Tugas),
Gerakan Pengembangan Perikanan Rakyat (Gerbang Perak),
Pulau Buah,
Program Optimalisasi Rumah Masyarakat (Pro Rakyat) dan
Gerakan Peduli Sampah (GPS).

Bupati Banyuasin H. Askolani SH MH menargetkan sebelum habis masa jabatan berakhir akan terus terus kebut pembangunan untuk mewujudkan Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin.


“Kami punya tagline kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, Insyaallah ini menjadi kekuatan yang luar biasa untuk kemajuan bumi sedulang setudung ini,” ujarnya saat ditemui dikediamannya Sukajadi Selasa (30/12/2021).

Lanjut dia, meskipun Banyuasin memiliki segudang prestasi dan penghargaan bukan menjadikan Banyuasin berbesar hati dan sombong untuk berbuat terus untuk masyarakat.

“Justru inilah menjadi pecutan semangat dan motivasi bagi kita dalam membangun dan melayani masyarakat, karena pada dasarnya kita sebagai pemimpin adalah pelayan masyarakat,” tegasnya.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *