Jangan Bakar Hutan dan Lahan, Sanksinya 12 Tahun Penjara

DAERAH MUSI BANYUASIN NASIONAL

SEKAYU, Bikin Berita — Mengantisipasi terjadi pembakaran hutan dan lahan saat membuka areal perkebunan, oleh masyarakat. Para stakeholder atau pemangku kepentingan di kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Mulai melakukan persiapan untuk melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di bumi serasan sekate, dengan melaksanakan sosialisasi peraturan yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar, serta cara pemadaman api jika terjadi kebakaran di aula kantor camat Sanga Desa Kabupaten Muba, Kamis (25/3).

Apalagi diprediksi Mei nanti sudah mulai musim kemarau. Tak tanggung-tanggung, oknum yang berani membakar hutan dan lahan secara ilegal akan langsung dikenakan pasal 50 ayat 3 huruf D UU no 41 tahun 1999 tentang kehutanan. Selain itu pasal 187 kuhp dan pasal 188 kuhp.

BACA JUGA :  Saat Jokowi Minta Para Menteri Tegas soal Implementasi PPKM

“Jadi hukuman bagi oknum pembakar lahan ini sangat jelas dalam pasal tersebut, dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun,” ujar kepala Kejari Muba, Marcos MM Simaremare, SH.MHUM diwakili Kasi Intelijen Abu Nawas, SH yang hadir dalam rapat tersebut.

Bahkan jika si oknum sampai berbuat fatal hingga menghilangkan nyawa orang lain atas insiden kebakaran yang diperbuatnya, bisa dipidana seumur hidup.

“Kita tidak akan tegas dengan aturan ini, karena karhutlah di Muba harus selesai tahun ini jika tidak ada yang memicu kebakarannya,” terangnya.

Sosiaslisas pencegahan kebakaran hutan dan cara pemadaman api jika terjadi kebakaran, di aula kantor Camat Sanga Desa Kabupaten Muba, Kamis (25/3). (resti pratiwi/bikin berita)

Sementara itu, Kepala BPBD Muba Jhoni Martohonang, mengatakan upaya dalam pencegahan karhutla dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya demgan menggelar rapat koordinasi dan sosialisasi tentang penanggulangan Karhutlah pada wilayah yang cukup tinggi intensitasnya.

BACA JUGA :  Musnahkan BB Narkoba, Bupati : Paling Penting Bentengi Warga Muba

“Berharap kepada para kepala desa agar mengingatkan, mengajak masyarakat untuk tidak membakar lahan, kebun dan hutan karena diperkirakan bulan Mei sampai September sudah masuk musim kemarau,” ungkapnya.

Pemkab Muba pun telah membentuk tim satgas Karhutla dan di desa juga telah dibentuk tim peduli Api. Adapun titik hotspot yang sering terjadi di wilayah kabupaten Muba dari 13 kecamatan. Namun ada 5 kecamatan yang rawan Karhutla yaitu kecamatan Tungkal Jaya, Sanga Desa, Batang Hari Leko, Lalan, Lais dan kecamatan Babat Toman. (res)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *