Gas Melon Menghilang, Warga : Sepertinya Dimanfaatkan Oleh Oknum

DAERAH EKONOMI MUARA ENIM

MUARA ENIM, Bikin Berita – Sejumlah Kecamatan di Kabupaten Muara Enim,  beberapa pekan terakhir mengalami kelangkaan Gas 3 kg. Kondisi tersebut sangat dirasakan cukup menyulitkan masyarakat, terlebih lagi pada bulan Ramdahan saat ini.

Menurut salah satu warga Kelurahan Muara Enim, sebut saja Rita, yang merasakan dampak kelangkaan gas 3 kg tersebut hampir dua pekan. Ibu rumah tangga tersebut mengeluhkan harga yang tidak seperti biasanya akibat barang yang sulit ditemukan.

“Sungguh sulit, akhibat kelangkaan gas tersebut. Harga saat ini sangat tinggi, berkisar Rp 25.000 sampai Rp 35.000,- Sehingga kami merasa sepertinya memang dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk menimbun gas tersebut untuk keuntungan pribadi. Belum lagi kondisi pandemi saat ini, terasa semakin berat,”  keluhnya Minggu (2/5) saat ditemui.

Menanggapi hal ini Kasman Anggota  Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Muara Enim (DPRD) dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang sekaligus menjabat sebagai ketua Komisi Tiga sangat menyayangkan, ia mengatakan pihaknya akan segera menindak lanjuti atas keluhan yang terjadi di masyarakat.

“Kami akan segera melakukan koordinasi kepada pihak-pihak yang terkait, mungkin besok akan kita jadwalkan, jika memang benar ada oknum yang nakal dan menimbun maka akan kami tindak tegas, jika memang ada jangan dikatan tidak ada, kita akan segera melakukan sidak, kasihan warga,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kejari Muba Komitmen Berikan Pelayanan Bebas Korupsi

Ditambahkan oleh Hadiono dari Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) selaku Wakil Ketua DPRD dan sekaligus Kordinator Komisi tiga, ia menegaskan jika benar kelangkaan ini terjadi akibat ada permainan dari agen maka kami akan mendesak kepada pihak pertamina agar segera mencabut izin pejualannya.

“Saya sendiri juga merasakan, ini kejadiannya di Dapil 3 daerah lembak, saya sudah satu bulan memesan tabung Gas 12 kg, kata pihak penyalur sampai sekarang boro boro yang 12 kg, yang 3 kg pun tidak dikirim-kirim,  mereka sudah bingung mau mencari kemana,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas perindustrian dan perdagangan Syafrudin melalui Kepala Bidang Perdagangan Andi Hartono menjelaskan kebutuhan di Tahun 2020 kuota yang kita ajukan sebesar 20.161 metrixton yang hanya di realisasikan oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebesar 14.626, dan ia menjelaskan di Tahun 2021 ini terdapat pengurangan sebesar 13.698.

“Kami sudah berkordinasi dan menanyakan kepada SPPBE PT.Pelita Sriwijaya Sejahtera yang beralamat di Desa Muara Lawai, mereka menjawab pendistribusian telah sesuai dengan jumlah yang ditentukan, memang selama dibulan suci Ramadhan ini ada peningkatan daya kebutuhan terhadap Gas 3 Kg, salah satu contoh adalah usaha mikro yang biasa tidak berjualan di bulan ini jadi berjualan, dan kita bersama pihak Pertamina hanya membawai Agen dan Pangkalan, jika untuk menekan harga dari eceran nanti akan kita carikan solusi secepatnya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Askolani Resmikan Pelayanan Hemodialisis RS. Hermina

Lanjutnya, Pihaknyapun telah melakukan Kordinasi kepada PT. Pertamina Persero yang telah mengantisipasi lonjaknya kebutuhan dibulan Ramadhan ini dengan penambahan sebanyak 2% dari pendistribusian awal, ia menegaskan apabila ada oknum Agen dan pangkalan yang menimbun dan menaikan harga jual dari harga Harga Eceran Tertinggi (HET) nya maka pihak Pertamina akan langsung melakukan pemutusan kontrak.

“Kita akan turun kelapangan, jika ditemukan memang terjadi seperti yang di isukan maka kita akan menindak tegas, selayaknya himbauan Pemerintah kepada ASN dan Usaha Ekonomi Menengah Keatas untuk tidak menggunakan Gas bersubsidi, agar tidak berdampak kepada masyarakat ekonomi kebawah, ambil yang hak kita saja,” tutupnya. (jnz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *